Manfaat Beta Karoten pada Rosella

rosela2

Teh Rosella mengandung banyak Beta Karoten yang bermanfaat bagi tubuh.

Dari 600 jenis karotenoid yang terdapat di alam, tetapi hanya 10% yang tergolong sebagai provitamin A, di antaranya adalah beta karoten. Zat gizi yang banyak dijumpai pada buah-buahan serta sayur-sayuran segar berwarna kuning, hijau dan merah ini ternyata tak hanya ampuh melawan radikal bebas tapi juga ampuh untuk melindungi tubuh dari pertumbuhan sel kanker.

Jika Anda adalah orang dewasa berusia di atas 25 tahun, kerap mengonsumsi alkoholm merokok serta tinggal di kawasan berpolusi maka bisa jadi Anda tergolong orang yang rentan mengalami kekurangan beta-karoten. Hal ini memicu berbagai gangguan kesehatan.

Manfaat beta karoten
Tak hanya ampuh melawan radikal bebas serta menjauhkan tubuh dari sel kanker. Beta karoten ternyata memiliki manfaat lain yang tak kalah hebatnya. Seperti:
1.Menjaga kesehatan jantung. Sebuah penelitian berhasil mengungkapkan bahwa orang yang darahnya mengandung beta karoten relatif tinggi, memiliki risiko rendah terhadap serangan jantung.
2.Melidungi tubuh dari efek buruk rokok dan polusi udara.
3.Melindungi seseorang dari ancaman alergi cahaya hingga 80%.
4.Membantu meningkatkan kekebalan tubuh.
Itu sebabnya suplemen beta karoten masuk dalam daftar pengobatan yang diberikan kepada pasien penderita AIDS.

Sumber beta karoten
Unsur nutrisi ini cukup banyak terkandung di dalam buah-buahan serta sayur-sayuran segar berwarna kuning, hijau dan merah seperti rosella, mangga, pepaya, wortel, brokoli serta kangkung dan bayam.

Dampak jika kekurangan
Daya tahan tubuh menurun sehingga Anda mudah jatuh sakit, kulit tampak kusam, berkeriput dan mudah mengelupas, kehilangan selera makan, dan rambut rontok.

Dampak jika kelebihan
Beta karoten tergolong aman bagi tubuh. Bila dikonsumsi dalam jumlah yang melebihi kebutuhan, maka akan dikeluarkan oleh tubuh melalui urin.

Iklan
Published in: on April 13, 2009 at 7:53 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

SELAI APELBahan:

Published in: on April 13, 2009 at 7:12 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Kandungan Gizi Singkong

Singkong, Semua Bagiannya Bermanfaat Lho ?

Singkong termasuk umbi tanaman yang sangat akrab dengan kita. Hampir semua bagian tanamannya bermanfaat, sehingga sangat luwes untuk dijadikan segala macam penganan. Yuk kita kenali singkong lebih dekat.

Mendengar kata singkong yang dalam bahasa Inggrisnya disebut Cassava, kita pasti langsung teringat umbi yang bentuknya memanjang, serta salah satu ujungnya meruncing. Singkong dikenal dengan sebutan ketela pohon atau ubi kayu yang termasuk tumbuhan umbi akar yang dalam ilmu biologi, singkong dimasukkan dalam keluarga Euphorbiaceae.

Singkong merupakan pohon tahunan tropika dan subtropika yang dapat ditanam sepanjang tahun. Bagian yang dimakan dari tanaman singkong selain bagian umbi atau akarnya juga daunnya, biasanya dimanfaatkan untuk ragam masakan.

Kandungan Gizi dan Manfaat

Umbi singkong merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin akan protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino metionin.

Selain umbi akar singkong banyak mengandung glukosa dan dapat dimakan mentah. Rasanya sedikit manis, ada pula yang pahit tergantung pada kandungan racun glukosida yang dapat membentuk asam sianida.

Umumnya daging umbi singkong berwarna putih atau kekuning – kuningan, untuk rasanya manis menghasilkan paling sedikit 20 mg HCN per kilogram umbi akar yang masih segar dan 50 kali lebih banyak pada umbi yang rasanya pahit. Pada jenis singkong yang pahit, proses pemasakan sangat diperlukan untuk menurunkan kadar racunnya.

Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Dalam hal ini umbi singkong mudah sekali rusak, ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat racun bagi manusia.

Singkong banyak digunakan pada berbagai macam penganan, mulai dari kripik, kudapan, sayuran hingga tape. Bahkan bisa juga dibuat tepung singkong yaitu tepung tapioka yang dapat digunakan untuk mengganti tepung gandum, tepung ini baik untuk pengidap alergi.

Memilih dan Mengolah Singkong

Penganan singkong seakan tak pernah habis. Ada saja kue – kue yang bisa dibuat dari singkong. Nah untuk membuat penganan dari singkong kita harus pandai memilih dan mengolahnya. Anda bisa memilih dan mengolah singkong yang bisa dilakukan dengan beberapa cara ini :

  • Kupas kulit singkong dengan kuku Anda. Lihat warnanya, konon yang warnanya kekuningan lebih
    baik daripada yang putih.
  • Patahkan sedikit ujungnya, perhatikan baik – baik, kalau ada bagian yang membiru sebaiknya
    jangan dipilih. Singkong yang telah lama disimpan memang cenderung mengeluarkan noda biru atau
    hitam yang diakibatkan enzim poliphenolase yang bersifat racun.
  • Banyak orang memilih singkong dari tanah yang membungkusnya. Kalau tanahnya belum kering
    berarti berarti singkongnya masih baru, pasti belum ada noda.
  • Saat diolah singkong harus dicuci bersih untuk menghilangkan tanah yang menempel di umbi
    singkong.
  • Setelah itu singkong bisa dikupas. Cara mengupasnya cukup mudah, kerat saja bagian tengahnya
    singkong secara memanjang, lalu tarik bagian yang terkelupas hingga lepas sama sekali dari singkong.
  • Cuci kembali singkong supaya bersih. Apabila belum diolah, rendam singkong terlebih dahulu
    agar warnanya tidak berubah. Yang mesti diingat, singkong adalah umbi akar yang teksturnya
    cukup keras, sehingga apabila akan diubah menhadi penganan musti diolah terlebih dahulu
    seperti dikukus atau diparut.
  • Apabila singkong hendak dihaluskan seperti untuk membuat getuk, sebaiknya pengukusan singkong
    harus dilakukan hingga benar – benar empuk. Untuk menghaluskannya bisa menggunakan garpu atau ditumbuk dalam cobek (batu lumpang). Yang mesti diingat, singkong sebaiknya dihaluskan selagi masih panas.
  • Nah, dari tanaman singkong ini Anda bisa berkreasi untuk menjadikan hidangan yang menarik.
    Daun singkong untuk sayuran, sedangkan umbinya Anda bisa mengolahnya untuk camilan, cake,
    puding, roti atau berbagai hidangan lezat lainnya. Selamat mencoba.
Published in: on Maret 30, 2009 at 6:41 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Pemanasan Global

Efek rumah kacaefek-rumah-kaca1

Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.

Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.

Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan temperatur rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F)dari temperaturnya semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global.

Published in: on Maret 1, 2009 at 1:34 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Published in: on Januari 20, 2009 at 1:47 pm  Comments (1)